CaraBelajarMembacaAlQuran.com

"Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya"(HR.Bukhori)

MEMBACA AL-QUR’AN DI BULAN RAMADHAN

Posted by ADMIN FULQURAN on 20th June 2014

KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR’ANUL KARIM DI BULAN RAMADHAN DAN LAINNYA

 Segala puji bagi Allah, yang telah menurunkan  kepada hamba-Nya kitab Al-Qur’an sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang  yang muslim. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada hamba dan Rasul-Nya Muhammad, yang diutus Allah sebagai rahmat bagi alam semesta.

Adalah ditekankan bagi seorang muslim yang mengharap rahmat Allah dan takut akan siksa-Nya untuk memperbanyak membaca Al Qur’anul Karim pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, mengharap ridha-Nya, memperoleh keutamaan dan pahalanya. Karena Al Qur’anul Karim adalah sebaik-baik kitab, yang diturunkan kepada Rasul termulia, untuk umat terbaik yang pernah dilahirkan kepada umat manusia, dengan syariat yang paling utama, mudah, paling luhur dan paling sempurna.

Al-qur’an diturunkan untuk dibaca oleh setiap orang muslim, direnungkan dan dipahami makna, perintah dan larangannya, kemudian diamalkan. Sehingga ia akan menjadi hujjah baginya di hadapan Tuhannya dan pemberi syafaat baginya pada hari kiamat.

Allah telah menjamin bagi siapa yang membaca Al Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat. Dengan firman-Nya:

“…Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (Thaha: 123).

Janganlah seorang muslim memalingkan diri dari membaca kitab Allah, merenungkan dan mengamalkan isi kandungannya. Allah telah mengancam orang-orang yang memalingkan diri darinya dengan firman-Nya:

“Barangsiapa berpaling dari Al Qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat.” (Thaha: 100).

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha: 124).

Di antara keutamaan Al Qur’an:

  1. Firman Allah ta’ala:

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (An Nahl: 89).

  1. Firman Allah ta’ala:

“…Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap-gulita kepada cahaya yang terang-benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al Maidah: 15-16).

  1. Firman Allah ta’ala:

“Hai manusia, telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57).

  1. Sabda Rasulullah r :

(( اقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ )) رواه مسلم عن أبي أمامة.

“Bacalah Al Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim dari Abu Umamah).

  1. Dari An Nawwas bin Sam’an t, katanya aku mendengar rasulullah r bersabda:

(( يُؤْتَى يَوْمَ القِيَامَةِ بِالقُرْآنِ وَأَهْلِهِ الَّذِيْنَ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ بِهِ فِيْ الدُّنْيَا تَتَقَدَّمُهُ سُوْرَةُ البَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا )) رواه مسلم.

“Didatangkan pada hari kiamat Al Qur’an dan para pembacanya yang mereka itu dahulu mengamalkannya di dunia, dengan didahului oleh surat Al-Baqarah dan Ali Imran yang membela pembaca kedua surat ini.” (HR. Muslim).

  1. Dari Utsman bin Affan t, katanya rasulullah r bersabda:

(( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رواه البخاري.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari).

  1. Dari Ibnu Mas’ud t, katanya: rasulullah r bersabda:

(( مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ الله فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُوْلُ ] الم [ حَرْفٌ، بَلْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلاَمٌ حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ )) رواه الترمذي، وقال: حديث حسن صحيح.

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata: hadits hasan shahih).

  1. Dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi r bersabda:

(( يُقَالُ لِصَاحِبِ القُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِيْ الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُهَا )) رواه أبو داود والترمذي، وقال: حديث حسن صحيح.

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an: “Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana yang telah kamu lakukan di dunia, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi dengan mengatakan: hadits hasan shahih).

  1. Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: Nabi r bersabda:

(( الَّذِيْ يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِيْ يَقْرَأُ القُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ )) متفق عليه.

“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi ta’at, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala.” (Hadits Muttafaq alaih).

Dua pahala, yakni, pahala membaca dan pahala susah payahnya.

  1. Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Nabi r bersabda:

(( لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِيْ اثْنَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ الله القُرْآنَ فَهُوَ يَقُوْمُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، وَرَجُلٌ آتَاهُ الله مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ )) متفق عليه.

“Tidak boleh dengki kecuali dalam dua perkara, yaitu: orang yang dikaruniai Allah Al-Qur’an lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang, dan orang yang dikaruniai Allah harta lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang.” (Hadits Muttafaq alaih).

Yang dimaksud dengki disini yaitu mengharapkan seperti apa yang dimiliki orang lain([1]).

Maka bersungguh-sungguhlah –semoga Allah menunjuki anda kepada jalan yang diridhai-Nya- untuk mempelajari Al-Qur’anul Karim dan membacanya dengan niat yang ikhlas untuk Allah ta’ala. Bersungguh-sungguhlah untuk mempelajari maknanya dan mengamalkannya, agar mendapatkan apa yang dijanjikan Allah bagi para Ahli Al-Qur’an berupa keutamaan yang besar, pahala yang banyak, derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Para sahabat Rasulullah r dahulu jika mempelajari sepuluh ayat dari Al-Qur’an, mereka tidak melaluinya tanpa mempelajari makna dan cara pengamalannya.

Dan perlu anda ketahui, bahwa membaca Al-Qur’an yang berguna bagi pembacanya, yaitu membaca dengan disertai merenungkan dan memahami maknanya, perintah-perintahnya dan larangan-larangannya. Jika ia menjumpai ayat yang memerintahkan sesuatu maka ia pun mematuhi dan menjalankannya, atau menjumpai ayat yang melarang sesuatu maka ia pun meninggalkan dan menjauhinya. Jika ia menjumpai ayat rahmat, Ia memohon dan mengharap kepada Allah rahmat-Nya; atau menjumpai ayat adzab, ia berlindung kepada Allah dan takut akan siksa-Nya. Al-Quran itu menjadi hujjah bagi orang yang merenungkan dan mengamalkannya; sedangkan yang tidak mengamalkan dan memanfaatkannya maka Al-Qur’an itu menjadi hujjah terhadap dirinya.

 

Firman Allah ta’ala:

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran.” (Shaad: 29).

Bulan ramadhan memiliki kekhususan dengan Al-Qur’anul Karim, sebagaimana firman Allah:

“Bulan ramadhan, yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an …” (Al-Baqarah: 185).

Dan dalam hadits shahih dari Ibnu Abbas, Rasulullah r bertemu dengan jibril  pada bulan Ramadhan setiap malam untuk membacakan kepadanya Al-Qur’anul karim.

Hal itu menunjukkan dianjurkannya mempelajari Al-Qur’an pada bulan ramadhan dan berkumpul untuk itu, juga membacakan Al-Qur’an kepada orang yang lebih hafal. Dan juga menunjukkan dianjurkannya memperbanyak bacaan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan.

Tentang keutamaan berkumpul di masjid-masjid untuk mempelajari Al-Qur’anul Karim, Rasulullah r bersabda:

(( وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِيْ بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ الله وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِم السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُم الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُم المَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُم الله فِيْمَنْ عِنْدَهُ ))

“Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah seraya membaca kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, kecuali turunlah ketenangan atas mereka, serta mereka diliputi rahmat, dikerumuni para malaikat dan disebut-sebut oleh Allah kepada para malaikat di hadapan-Nya.” (HR. Muslim).

Ada dua cara untuk mempelajari Al-Qur’anul Karim:

  1. Membaca ayat yang dibaca sahabat anda.
  2. Membaca ayat sesudahnya. Namun cara pertama lebih baik.

Dalam hadits Ibnu Abbas di atas disebutkan pula mudarasah antara Nabi dan Jibril terjadi pada malam hari. Ini menunjukkan dianjurkannya banyak-banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan pada malam hari, karena malam merupakan waktu berhentinya segala kesibukan, kembali terkumpulnya semangat dan bertemunya hati dan lisan untuk merenungkan. Seperti dinyatakan dalam firman Allah:

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’), dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (Al Muzammil: 6).

Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam kondisi sesempurna mungkin, yakni dengan bersuci, menghadap kiblat, mencari waktu-waktu yang paling utama seperti malam, setelah maghrib dan setelah fajar. Boleh membaca sambil berdiri, duduk, tidur, berjalan dan menaiki kendaraan, berdasarkan firman Allah:

“(yaitu) orang-orang yang dzikir kepada Allah sambil berdiri, atau duduk, atau dalam keadaan berbaring.” (Al-Imran: 191).

Sedangkan Al-Qur’anul Karim merupakan dzikir yang paling agung.

 

Kadar bacaan yang disunnahkan:

Disunnahkan mengkhatamkan Al-Qur’an setiap minggu, dengan setiap hari membaca sepertujuh dari Al-Qur’an dengan melihat mushaf, karena melihat mushaf merupakan ibadah. Juga mengkhatamkannya kurang dari seminggu pada waktu-waktu yang mulia dan di tempat-tempat yang mulia. Seperti; Ramadhan, Dua tanah suci dan sepuluh hari Dzul Hijjah karena memanfaatkan waktu dan tempat. Jika membaca Al-Qur’an khatam dalam setiap hari pun baik, berdasarkan sabda Nabi r kepada Abdullah bin ‘Amr:

(( اقْرَأْهُ فِيْ كُلِّ ثَلاَثٍ ))

“Bacalah Al-Qur’an itu dalam setiap tiga hari.([2]).

Dan makruh menunda khatam Al-Qur’an lebih dari empat puluh hari, bila hal tersebut dikhawatirkan membuatnya lupa. Imam Ahmad berkata: Betapa berat beban Al-Qur’an itu bagi orang yang menghafalnya kemudian melupakannya.”

Dilarang bagi yang berhadats kecil maupun besar menyentuh mushaf, dasarnya firman Allah ta’ala:

“Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.” (Al-Waqi’ah: 78).

Dan sabda Nabi r:

(( لاَ يَمَسُّ القُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرٌ )) رواه الإمام مالك في الموطأ والدارقطني.

“Tidak dibenarkan menyentuh Al-Qur’an ini kecuali orang yang suci.” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwattha’, Ad-Daruquthni dan lainnya)([3]).

 

Al-Qur’anul Karim syari’at sempurna:

Asy-syatibi dalam kitab Al-Muwafaqat mengatakan: “Sudah menjadi kesepakatan bahwa kitab yang mulia ini adalah syari’at yang sempurna, sendi agama, sumber hikmah, bukti kerasulan, cahaya penglihatan dan hujjah. Tiada jalan menuju Allah selainnya, tiada keselamatan kecuali dengannya dan tidak ada yang dapat dijadikan pegangan sesuatu yang menyelisihinya. Kalau demikian  halnya, mau tidak mau bagi siapa yang hendak mengetahui keuniversalan syari’at, berkeinginan mengenal tujuan-tujuannya serta mengikuti jejak para ahlinya harus menjadikannya sebagai kawan bercakap dan teman duduknya sepanjang siang dan malam dalam  teori dan praktek; maka dekat waktunya ia mencapai tujuan dan menggapai cita-cita serta mendapati dirinya termasuk orang-orang pendahulu, dan dalam rombongan pertama. Jika ia mampu, dan tidaklan mampu atas hal itu kecuali orang yang senantiasa menggunakan apa yang dapat membantunya, yaitu sunnah yang menjelaskan kitab ini. Selainnya adalah ucapan para imam terkemuka dan salaf pendahulu yang dapat membimbingnya dalam tujuan yang mulia ini([4]).

 

Hukum melagukan Al-Qur’an:

Pembaca dan pendengar Al-Qur’an yang hatinya disibukkan dengan lagu dan sejenisnya -yang dapat mengakibatkan perubahan firman Allah, padahal kita diperintahkan untuk memperhatikannya- sebenarnya menghalangi hatinya dari apa yang dikehendaki Allah dalam kitab-Nya, memutuskannya dari pemahaman firman-Nya. Maha suci firman Allah dari hal itu semua. Imam Ahmad melarang talhin dalam membaca Al-Qur’an, yaitu yang menyerupai lagu, beliau berkata “itu bid’ah”.

Ibnu Katsir Rahimahullah dalam Fadha’ilul Qur’an mengatakan: “Sasaran yang diminta menurut syara’ tiada lain yaitu memperindah suara yang dapat mendorong untuk merenungkan dan memahami Al-Qur’an yang mulia dengan khusyu’, tunduk, dan patuh penuh ketaatan. Adapun suara-suara dengan lagu yang diada-adakan yang terdiri dari nada dan irama yang melalaikan serta aturan musikal, maka Al-Qur’an adalah suci dari hal ini dan tak layak dalam pelaksanaannya diperlakukan demikian ([5]).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah megatakan: “Irama-irama yang dilarang para ulama untuk membaca Al-Qur’an yaitu yang dapat memendekkan huruf yang panjang, memanjangkan yang pendek, menghidupkan huruf yang sakin dan mensakinkan yang berharkat. Mereka lakukan hal itu supaya sesuai dengan irama lagu-lagu yang merdu. Jika  hal itu dapat mengubah aturan Al-Qur’an dan mejadikan harakat sebagai huruf, maka haram hukumnya


[1] . Lihat kitab Riyadhush shalihin, hlm. 467-469.

[2].  Lihat kitab Fadhalilul Qur’an, oleh Ibnu Katsir, hlm.169-172 dan Hasyiyatu muqaddimatu tafsir, oleh Ibnu Qassim, hal, 107.

[3].  Hal ini diperkuat oleh hadits Hakim bin Hizam yang lafadznya: “Jangan menyentuh Al-Qur’an kecuali jika kamu suci.” (HR. At-Thabrani dan Al Hakim dengan menyatakan shahih).

[4] . Lihat Al Muwafaqat, oleh Asy Syathibi, 3/224.

[5] . Lihat kitab Fadha’ilul Qur’an, oleh Ibnu Katsir, hlm, 125-126.

Sumber : http://madwahsisvo.wordpress.com/membaca-al-qur’anul-i-bulan-ramadhan

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in AlQuran dan Bulan Ramadhan | No Comments »

10 aplikasi gratis dan populer untuk Ramadhan

Posted by ADMIN FULQURAN on 20th June 2014

Jaman makin kesini makin canggih, Ramadan tahun ini banyak pengembang aplikasi yang ngambil keuntungan dengan aplikasi yang dirancang khusus buat Loe yang muslim. Dari banyak aplikasi Ramadhan keren tersedia di luar sana, ini dia sepuluh aplikasi yang paling populer kita rangkum. Cekidot, Bro!

1. Ainun

Ainun adalah aplikasi bikinan pengembang asal Indonesia, Weidsgn dan Dihardja Software Solution. Dalam bahasa arab, Ainun berarti mata dan aplikasi ini menjadi salah satu cara unuk membagi momen melalui mata para muslim.

Aplikasi iOS ini punya beberapa fitur yang menarik, di antaranya ramalan cuaca, tagging lokasi, dan stempel waktu. Selain itu terdapat 10 filter foto dan lebih dari 60 kutipan yang dikategorikan menjadi 10 momen sehari-hari.

Semuanya dikemas dalam font sederhana sampe jadi sebuah typografi tulisan tangan yang indah. Selain itu pengguna juga dapat mengedit foto dengan tulisan kaligrafi.

Aplikasi Ainun sendiri terintegrasi dengan beberapa sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path dan Google+, jadi Loe bisa ngeshare momen dengan lebih mudah.

Ainun sendiri udah tersedia secara gratis buat pengguna iOS dan dapat diunduh melalui iTunes . Aplikasi editing islami ini juga akan segera hadir di Google Play Store.

2. InstaDeen

Hampir mirip dengan Ainun, InstaDeen juga sebuah program filtering foto, namun dengan tampilan yang lebih sederhana. InstaDeen merupakan sebuah karya yang dikembangkan developer asal Malaysia bernama Adiman Muhammad. Melalui aplikasi ini, Loe bisa melakukan filtering foto dengan konten bersifat Islami seperti kutipan Alquran, Hadits, ayat-ayat Arab, waktu Shalat,  dan banyak lagi.

3. Muslim Pro – Azan, Quran, Qibla

Aplikasi ini dianggap sebagai aplikasi terbaik bagi umat Islam seluruh dunia. Selain memiliki fungsi pengingat Sholat dan penunjuk kiblat, aplikasi ini juga menyediakan ayat-ayat dalam Al Quran yang memiliki terjemahan dalam 15 bahasa. Selain itu, Anda juga bisa mendengarkan versi audio dari ayat tersebut. Luar biasanya lagi, Aplikasi ini juga bisa membantu Anda menemukan restoran halal di sekitar tempat tinggal Anda.

4. Ramadan Tracker

Aplikasi ini agak berbeda dengan aplikasi ramadhan yang lain. Aplikasi ini merupakan karya dari pengembang Catalunya Trade Impax yang ngebantu Loe para mualaf ataupun mereka yang baru tertarik buat mempelajari Islam. Ada beberapa kegiatan yang harus Loe lakuin dan apabila Loe melakukan kegiatan tersebut, Loe bakalan dapet poin, Bro.

5. Ramadan 2013

Ramadan 2013 adalah aplikasi yang didesain untuk ngebantu umat muslim buat ngejalanin ibadah selama bulan Ramadan. Aplikasi ini dapat mendeteksi lokasi secara otomatis dan manual kemudian menunjukkan waktu salat setiap hari. Yang menjadikan aplikasi ini menarik adalah Ramadan 2013 mampu menunjukkan waktu salah di lebih dari 251 negara. Dengan demikian, aplikasi ini sangat cocok untuk para traveler. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan pelafalan dan terjemah Bahasa Arab. Selain itu terdapat pula 99 nama Allah dan berbagai informasi mengenai Ramadan. Tertarik untuk mengunduh aplikasi ini?

6. Ramadan Timetable

Aplikasi yang dikembangkan oleh Andiko dari tahun lalu ini menyediakan fitur yang memberitahu kita tanggal awal Ramadan untuk setiap tahun sampai dengan Ramadhan tahun 2020, peta posisi Mekah, waktu shalat, panggilan Adzan, teks doa Ramadhan dan 25 surat dari Al Quran. Bahkan aplikasi ini bisa ngarahin Loe buat menghitung fase bulan.

7. Muslim’s Prayer Times

Muslim’s Prayer Times jadi aplikasi yang cukup mendapat banyak review dari penggunanya (ada sekitar 12,200 review) di Google Play. Aplikasi ini berperan menjadi pengingat (alarm) buat Loe supaya gak kelewatan ibadah shalat lima waktu dengan menggunakan adzan. Aplikasi ini juga bakal ngebantu Loe buat nunjukin arah kiblat, fase bulan, dan pengingat hari besar Islam.

8. Quran ( Untuk PC lihat di www.FullQuran.com )

Aplikasi Quran ini belum begitu banyak didownload oleh pengguna Android. Lebih dari 20.000 pengguna. Aplikasi Quran yang dikembangkan oleh AmirQuran ini lebih dekat dengan tampilan iQuran, dengan disertai tulisan latin untuk bunyi ayatnya. Jadi dalam setiap ayat selain ada ayat asli dalam bahasa Arab, juga ada tulisan latinnya plus terjemahan.

9. Ramadan Kareem

Aplikasi ini dikembangin khusus buat pengguna Windows Phone 8 oleh Tareq Ateik. Aplikasi ini udah dapet beberapa review positif, memiliki layout yang baik dan fitur lain seperti resep masakan halal, lokasi masjid, finder kiblat, radio atau TV streaming, kalkulator Quran, dan galeri. Ramadhan Kareem memiliki multifungsi dan berbeda dari aplikasi Ramadhan lainnya.

10. My Prayer

Aplikasi ini memiliki fungsi serupa dengan Muslim’s Prayer Time, hanya saja aplikasi My Prayer tersedia di OS Windows 7. Jadi, buat Loe para pengguna OS Windows 7 yang ngejalanin ibadah puasa, Loe juga bisa menikmati aplikasi yang bisa mendukung ibadah puasa Loe.

Sumber: techinasia.com

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in AlQuran dan Bulan Ramadhan | No Comments »

Bulan Ramadhan Bulan Turunnya AlQuran !

Posted by ADMIN FULQURAN on 20th June 2014

Kalau kita bedah dan kaji ayat-ayat Allah kitab-Nya yang mulia, kita akan dapati beberapa keterangan tentang peristiwa turunnya Al-Quran sebagai berikut:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil. (al-Baqarah: 185 ).

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam lailatul qadar. (al-Qadr: 1)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an ) pada malam yang diberkahi. (ad-Dhukan: 3).

Jika al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan, tetapi mengapa ketika Nabi menjalankan Haji Wada’, ternyata wahyu masih diturunkan kepada Nabi. Padahal bulan haji bukanlah bulan Ramadhan. Selain itu, ada sejumlah surat dalam al-Qur’an yang digolongkan ke dalam Makkiyah (surat-surat yang diturunkan di Mekkah), dan Madaniyah (surat-surat yang diturunkan di Madinah). Baik surat Makkiyah dan Madaniyah tidak melulu turun selama bulan Ramadhan. Artinya, al-Qur’an diturunkan kepada Nabi secara bertahap alias mutawatir. Tidak serta merta turun sekaligus di bulan Ramadhan. Mengenai hal ini terdapat beberapa mazhab pendapat;

Madzhab pertama, yaitu pendapat Ibn Abbas dan sejumlah ulama serta yang dijadikan pegangan oleh umumnya para ulama.

Yang dimaksud dengan turunnya Qur’an dalam ketiga ayat di atas adalah turunnya Qur’an sekaligus di Baitul ‘Izzah di langit dunia agar para malaikat menghormati kebesarannya. Kemudian sesudah itu Qur’an diturunkan kepada Muhammad SAW secara bertahap selama dua puluh tiga tahun, sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sejak dia diutus sampai wafatnya. Ia tinggal di Mekkah sejak diutus selama tiga belas tahun dan sesudah hijrah tinggal di Madinah selama sepuluh tahun. Ia tinggal di Mekkah selama tiga belas tahun dan selama itu wahyu turun kepadanya, ia wafat dalam usia enam puluh tiga tahun.

Pendapat ini didasarkan pada berita-berita yang sahih dari Ibn Abbas dalam beberapa riwayat. Antara lain:

    1. Ibn Abbas berkata, “Qur’an sekaligus diturunkan ke langit dunia pada malam lailatul qadar, kemudian setelah itu ia diturunkan selama dua puluh tahun.” Lalu ia membacakan:

      Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (al-Furqan: 33).

      Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (al-Isra’: 106).

 

    1. Ibn Abbas r.a berkata, “Qur’an itu dipisahkan dari az-Zikr, lalu diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia. Maka jibril mulai menurunkannya pada Nabi saw.”

 

  1. Ibn Abas r.a berkata, “Qur’an diturunkan pada malam lailatul qadar, pada bulan Ramadhan ke langit dunia sekaligus; lalu ia diturunkan secara erangsur-angsur.”

Madzhab kedua, yaitu yang diriwayatkan oleh as-Sya’bi. Bahwa yang dimaksud dengan turunnya Qur’an dalam ketiga ayat di atas adalah permulaan turunnya Qur’an pada Rasulullah SAW. Permulaan turunnya Qur’an itu dimulai pada malam lailatul qadar di bulan Ramadhan, yang merupakan malam yang diberkahi. Kemudian turunnya berlanjut sesudah itu secara bertahap sesuai dengan kejadian dan peristiwa-peristiwa selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Dengan demikian Qur’an hanya satu macam cara turun, yaitu turun secara bertahap kepada Rasulullah SAW, sebab yang demikian inilah yang dinyatakan dalam Qur’an:

“Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (al-Isra’: 106 )

Orang musyrik yang diberi tahu bahwa kitab-kitab samawi terdahulu turun sekaligus, menginginkan agar Qur’an diturunkan sekaligus:

Berkatalah orang-orang yang kafir, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil. Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (al-Furqan: 32-33)

Dan keistimewaan bulan Ramadhan dan malam lailatul qadar yang merupakan malam yang diberkahi itu tidak akan kelihatan oleh manusia kecuali apa bila yang dimaksudkan dari ketiga ayat diatas adalah turunnya Qur’an kepada Rasulullah SAW yang demikian ini sesuai dengan apa yang terdapat dalam firman Allah mengenai perang badar, “jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di hari Furqaan , yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (al-Anfal: 41).

Perang badar terjadi pada bulan Ramadan. Dan yang demikian ini diperkuat pula oleh hadis yang dijadikan pegangan para penyelidik hadis permulaan wahyu. Aisyah berkata, “Wahyu yang mula-mula diturunkan kepada Rasulullah SAW ialah mimpi yang benar di waktu tidur. Setiap kali bermimpi ia melihat ada yang datang bagaikan cahaya yang terang dipagi hari. Kemudian ia lebih suka menyendiri. Ia pergi ke gua hira untuk bertahanus beberapa malam, dan untuk itu ia membawa bekal. Kemudian ia kembali kerumah Khadijah, dan Khadijahpun membekali seperti itu biasanya. Sehingga datanglah ‘kebenaran’ kepadanya sewaktu ia berada di gua Hira’. Malaikat datang kepadanya dan berkata, “Bacalah.” Rasulullah SAW berkata, “Aku tidak pandai membaca.” Lalu malaikat merangkulnya sampai kepayahan. Kemudian ia melepaskan aku, lalu katanya, “Bacalah.” Aku menjawab, “Aku tidak pandai membaca.” lalu ia merangkulku lagi sampai aku kepayahan. Lalu ia lepaskan aku. Lalu katanya, “Bacalah.” Aku menjawab aku tidak pandai membaca. Lalu ia merangkulku untuk ketiga kalinya, sampai aku kepayahan, lalu ia lepaskan aku lalu katanya, “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan sampai dengan apa yang belum diketahuianya.”

Para ulama menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pada mulanya diberi tahu dengan mimpi di bulan kelahirannya, yaitu bulan Rabi’ul Awal. Pemberitahuan dengan mimpi itu lamanya enam bulan. Kemudian ia diberi wahyu dengan keadaan sadar (tidak dalam keadaan tidur) pada bulan Ramadan dengan Iqra’. Dengan demikian maka nas-nas yang terdahulu itu menunjukkan pada satu pengertian.

Madzhab ketiga, bahwa Qur’an diturunkan ke langit dunia selama dua puluh tiga tahun pada malam lalilatul qadar yang pada setiap malamnya selama malam-malam lailatul qadar itu ada yang ditentukan Allah untuk diturunkan pada setiap tahunnya. Dan jumlah wahyu yang diturunkan ke langit dunia pada malam lailatul qadar, untuk masa satu tahun penuh itu kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW sepanjang tahun. Madzhab ini adalah hasil ijtihad sebagian mufasir. Pendapat ini tidak mempunyai dalil.

Adapun madzhab kedua yang diriwayatkan dari as-Sya’bi, dengan dali-dalil yang sahih dan dapat diterima, tidaklah bertentang dengan madzhab yang pertama yang diriwayatkan dari Ibn Abbas.

Dengan demikian maka pendapat yang kuat ialah bahwa Al-Quran Al-Karim itu dua kali diturunkan:

Pertama: Diturunkan secara sekaligus pada malam lailatul qadar ke baitul Izzah di langit dunia.

Kedua: Diturunkan dari langit dunia kepada Nabi secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun.

Al-Qurtubi telah menukil dari Muqatil bin Hayyan riwayat tentang kesepakatan (ijma’) bahwa turunnya Qur’an sekaligus dari lauhul mahfuz ke baitul izzah di langit dunia. Ibn Abbas memandang tidak ada pertentangan antara ke tiga ayat diatas yang berkenaan dengan turunnya Qur’an dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah SAW bahwa Qur’an itu turun selam dua puluh tiga tahun yang bukan bulan Ramadan. Dari Ibn Abbas disebutkan bahwa ia ditanya olah ‘Atiyah bin al-Aswad, katanya, “Dalam hatiku terjadi keraguan tentang firman Allah, bulan Ramadan itulah bulan yang di dalamnya diturunkan Qur’an, dan firman Allah SWT, “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam lailatul Qadar,” padahal Qur’an itu ada yang diturunkan pada bulan Syawal, Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, Saffar dan Rabi’ul awwal.” Ibnu Abbas menjawab, “Qur’an diturunkan berangsur-angsur, sedikit-demi sedikit dan terpisah-pisah serta perlahan-lahan di sepanjang bulan dan hari.”

Para ulama mengisyaratkan bahwa hikmah dari hal itu ialah menyatakan kebesaran Qur’an dan kemuliaan orang kepadanya Qur’an diturunkan. As-Suyuti mengatkan, “Dikatakan bahwa rahasia diturunkan Qur’an sekaligus ke langit dunia ialah untuk memuliakannya dan memuliakan orang yang kepada Qur’an diturunkan. Yaitu dengan memberitahukan kepada penghuni tujuh langit bahwa Qur’an adalah kitab terakhir yang diturunkan kepada Rasul terakhir dan umat yang paling mulia. Kitab itu kini telah di ambang pintu dan akan segera diturunkan kepada mereka. Seandainya tidak ada hikmah Ilahi yang menghenndaki disampaikannya Qur’an kepada meraka secara bertahap sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi, tentulah ia diturunkan ke bumi sekaligus seperti halnya kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya.”

Dan firman Allah:

“Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin , ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (as Syuara’: 192-195).

Katakanlah, “Ruhul Qudus menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (an-Nahl: 102).

Kitab ini diturunkan Allah Yang Mahaperkasa dan Maha Bijaksana. (al-Jasiyah: 2)

Dan jika kamu dalam keraguan tentang Al Qur`an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami , buatlah satu surat yang semisal Al Qur`an itu. (al-Baqarah: 23)

Katakanlah, “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (al-Baqarah: 97)

Ayat-ayat di atas menyatakan bahwa Al-Quran Al-Karim adalah kalam Allah dengan lafalnya dengan bahasa Arab, dan bahwa Jibril telah menurunkannya ke dalam hati Rasulullah SAW dan bahwa turunnya itu bukanlah turunnya yang pertama kali ke langit dunia. Tetapi yang dimaksudkan ialah turunnya Qur’an secara bertahap. Ungkapan (untuk arti menurunkan) dalam ayat-ayat diatas menggunakan kata tanzil bukan inzal. Ini menunjukkan bahwa turunnya itu secara bertahap dan berangsur-angsur. Ulama bahasa membedakan kata tanzil dan inzal. Tanzil berarti turun secara berangsur-angsur, sedang inzal hanya menunjukkan turun atau menurunkan dalam arti umum.

Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun, tiga belas tahun di Mekkah menurut pendapat yang kuat, dan sepuluh tahun di Madinah. Penjelasan tentang turunnya secara berangsur itu terdapat dalam firman Allah: “Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (al-Isra: 106)

Adapun kitab-kitab samawi yang lain, seperti Taurat, Injil, dan Zabur, turunnya sekaligus. Tidak turun secara berangsur. Hal ini ditunjukkan oleh firman-Nya, Berkatalah orang-orang yang kafir, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil. (al-Furqan: 32). Wallahu A’lam
Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2012/08/14/benarkah-al-quran-diturunkan-di-bulan-ramadhan-485459.html

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in AlQuran dan Bulan Ramadhan | No Comments »

Inilah 9 Amalan Ibadah Utama di Bulan Ramadhan

Posted by ADMIN FULQURAN on 30th June 2013

9 Amalan Ibadah Utama di Bulan Ramadhan

Oleh Badrul Tamam

Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Bulan Ramadhan adalah bulan Ibadah, bulan berbuat baik, bulan kebaikan, bulan simpati, bulan pembebasan dari neraka, bulan kemenangan atas nafsu, dan kemenangan. Pada bulan tersebut, Allah melimpahkan banyak kerunia kepada hamba-hamba-Nya dengan dilipatgandakan pahala dan diberi jaminan ampunan dosa bagi siapa yang bisa memanfaatkannya dengan semestinya. Berikut ini kami hadirkan beberapa amal-amal utama yang sangat ditekankan pada bulan Ramadhan. Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Amalan Ramadhan | 1 Comment »

Kumpulan Doa Para Nabi

Posted by ADMIN FULQURAN on 30th June 2013

Kumpulan Doa Para Nabi

kumpulan doa para nabi*Doa Nabi Adam

Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin
Artinya : Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.
Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Doa Nabi | No Comments »

Kritik Hadits Malam Nishfu Sya’ban

Posted by ADMIN FULQURAN on 24th June 2013

Penulis Tuhfatul Ahwadzi (Abul ‘Alaa Al Mubarokfuri) telah menyebutkan satu per satu hadits yang membicarakan keutamaan malam Nishfu Sya’ban. Awalnya beliau berkata, “Ketahuilah bahwa telah terdapat beberapa hadits mengenai keutamaan malam Nishfu Sya’ban, keseluruhannya menunjukkan bahwa hadits tersebut tidak ada ashl-nya (landasannya).” Lalu beliau merinci satu per satu hadits yang dimaksud.

Pertama: Hadits Abu Musa Al Asy’ari, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِى لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Sesungguhnya Allah akan menampakkan (turun) di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan dengan saudaranya.” (HR. Ibnu Majah no. 1390). Penulis Tuhfatul Ahwadzi berkata, “Hadits ini  munqothi’ (terputus sanadnya).” [Berarti hadits tersebut dho’if]. Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Artikel Islami | No Comments »

Bengkel Hati Ustad Mas Danu

Posted by ADMIN FULQURAN on 23rd June 2013

 

Awal Datangnya Penyakit ! Oleh Ustad. Mas Danu – Bengkel Hati

Segala sakit, musibah dan kejadian yang tidak mengenakkan hati manusia adalah peringatan dari Allah sebagai hasil dari dosa dan kesalahan manusia itu sendiri. Namun Allah memaafkan sebagian dosa dan kesalahan manusia (disarikan dari QS Asy Syuraa:30).

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Bengkel Hati | 1 Comment »

Belajar Membaca AlQuran dengan EBOOK IQRO 1-6 GRATIS !

Posted by ADMIN FULQURAN on 23rd June 2013

Inilah Ebook IQRO 1-6 Untuk belajar Membaca AlQuran,

Ebook Ini dapat di Download di : FULLQURAN.Com ,

Belajar membaca alquran dengan IQRO

Cara nya DAFTAR FORMULIR DOWNLOAD

di [ KLIK] : Autoresponder.FullQuran.com

[ Pastika EMAIL Anda AKTIF. Link dikirim via EMAIL tersebut ]

Semoga Bermanfaat

Presented by www.FullQuran.com

—————————————————-

PENAFQBIG

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in BELAJAR IQRO GRATIS | 11 Comments »

Download Buku IQRO 1-6 Tutorial Panduan Belajar IQRO dan ALQURAN

Posted by ADMIN FULQURAN on 23rd June 2013

Download Buku IQRO 1-6 Tutorial Panduan Belajar IQRO dan ALQURAN

Download Iqro Tutorial Panduan Belajar Iqro dan Alquran. – Asalamu alaikum ,

Inilah Ebook IQRO 1-6 Untuk belajar Membaca AlQuran,

Ebook Ini dapat di Download di :

AUTORESPONDER.FULLQURAN.COM


IQRO6

Cara nya Kunjungi

AUTORESPONDER.FULLQURAN.COM

DAFTAR EMail Aktif Anda di Kotak Form download Autoresponder.FullQuran.com

Lalu Download Ebooknya di EMAIL Anda ada Link Download

[ Pastikan klik Email Konfirmasi ]

Semoga Bermanfaat

Presented by www.FullQuran.com

Apa sih sebenarnya Iqro’?

untuk pertama-tama saudaraku kaum muslimin semua mungkin perlu membaca sepenggal sejarah berikut ini.

Iqro atau perintah membaca adalah kata pertama dari wahyu yang pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad saw. Kata ini sedemikian pentingnya sehingga diulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama. Mungkin akan menjadi sebuah keheranan bahwa perintah tersebut ditujukan pertama kali kepada seseorang yang tidak pernah membaca suatu kitab sebelum turunnya Al-Quran (baca Q.S 29 : 48), bahkan seseorang yang tidak pandai membaca dan menulis. Namun, keheranan ini akan sirna jika kita menyadari falsafah dasar iqro dan menyadari pula bahwa perintah ini tidak hanya ditujukan kepada pribadi Nabi Muhammad saw semata, tetapi juga untuk umat manusia sepanjang sejarah kemanusiaan. Realisasi perintah tersebut merupakan kunci pembuka jalan kebahagiaan hidup di dunia juga di akhirat.

Kata iqro yang terambil dari kata qoro’a pada mulanya berarti menghimpun. Arti asal kata ini menunjukkan bahwa iqro—yang diterjemahkan dengan bacalah—tidak mengharuskan adanya suatu teks tertulis yang dibaca, tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar oleh orang lain. Oleh karena itu, kita dapat menemukan—dalam kamus—beraneka ragam arti dari kata tersebut : menyampaikan, menelaah, melafalkan, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-cirinya, melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis—kesemua artinya dapat dikembalikan kepada hakikat menghimpun.

Iqro, demikian perintah Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril. Namun, apa yang harus dibaca? Jika kita amati objek membaca pada ayat-ayat yang menggunakan akar kata qoro’a, ditemukan bahwa ia terkadang menyangkut suatu bacaan yang bersumber dari Allah dan terkadang juga objeknya adalah suatu kitab yang merupakan himpunan karya manusia. Objek kata tersebut mencakup segala yang dapat terjangkau, baik menyangkut ayat-ayat yang tertulis maupun yang tidak tertulis, sehingga mencakup telaah terhadap alam raya; masyarakat dan diri sendiri, ayat suci Al-Quran, majalah, koran, buku, dan sebagainya.

PENAFQBIG

Perintah membaca, menelaah, meneliti, menghimpun, dan sebagainya dikaitkan dengan bismirobbika (dengan nama Tuhanmu). Pengaitan ini merupakan syarat yang menuntut pembaca agar tidak hanya sekedar melakukan bacaan dengan ikhlas, tetapi juga antara lain memilih bahan-bahan bacaan yang tidak mengantarkannya kepada hal-hal yang bertentangan dengan nama Allah itu. Begitulah, Al-Quran secara dini menggarisbawahi pentingnya membaca dan keharusan adanya keikhlasan serta kepandaian memilih bahan-bahan bacaan yang tepat.

Saat ini, kata “Iqro” dijadikan sebagai sebuah Nama Buku mengenai tuntunan belajar alqur’an Iqra adalah buku yang sangat berguna sekali dalam mempelajari huruf arab dan Al Quran karena di dalam buku Iqra kita diajarkan bagaimana membaca huruf Arab  baik dan benar . Buku Iqra versi cetak sangat banyak di toko buku dengan harga yang relative murah .

Sumber : http://aplikasialquranonline.blogspot.com/2012/03/download-iqro-tutorial-panduan-belajar.html

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in DOWNLOAD GRATIS IQRO | 2 Comments »

Inilah 5 Keutamaan Membaca Alquran

Posted by ADMIN FULQURAN on 19th June 2013

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: H Otong Surasman SQ MAAlquran Al-Karim adalah pedoman hidup umat manusia, walaupun yang mengambil manfaat hanyalah orang-orang yang bertakwa (QS al-Baqarah [2]: 2). Begitu banyak hikmah dari memperbanyak membaca Alquran.

Pertama, mendapatkan pahala yang sangat banyak, di mana satu huruf diberi balasan dengan sepuluh kebajikan, sebagaimana diriwayatkan oleh Iman At-Tirmidzi dalam sebuah hadits Rasulullah SAW. Kita tahu bahwa seluruh Alquran, menurut sebuah literatur berjumlah 325.015 huruf, yang berarti satu kali khatam Alquran mendapatkan nilai pahala kebajikan kelipatan sepuluh, yakni 3.250.150. Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Keutamaan Membaca AlQuran | No Comments »

 

Switch to our mobile site